Diagnosa dan pengobatan fobia sekolah

June 9, 2010

Diagnosa dan pengobatan fobia sekolah

Ketika memancarkan anak dan ulangi gejala ini selama 6 bulan, Anda akan memerlukan perhatian khusus dan bahkan terapi untuk menghindari dampak yang mungkin timbul pada studi mereka dan pelaksanaan pekerjaan rumah.

Anak-anak, tidak seperti orang dewasa, tidak mengenali situasi sebagai irasional.
Sebelum pengobatan psikologis panggilan dokter anak Anda untuk menyingkirkan bahwa gejala itu tidak terkait dengan masalah fisiologis. Dan ketika telah mengesampingkan adanya masalah tersebut, psikolog akan bertanggung jawab untuk mendiagnosa dan mengobati fobia sekolah berdasarkan parameter tertentu.

Adapun orang tua yang berada dalam situasi ini, dapat mengikuti beberapa rekomendasi:
– Bicarakan dengan anak Anda, dengan saudara, teman dan guru;

– Biarkan anak Anda pergi ke sekolah menggabungkan secara bertahap;
– Cobalah untuk memiliki seseorang menjemput anak dari sekolah di pintu dan mengantar Anda ke kelas;
– Cobalah untuk tidak membiarkan anak pergi ke kelas Anda memiliki teman atau guru Anda dipercaya kepadanya;
– Ada baiknya untuk pergi ke sekolah pada waktu ketika tidak ada kelas menjadi akrab dengan pusat;
– Reward anak Anda untuk perawatan Anda;
– Menetapkan sistem resmi penghargaan;
– Abaikan komentar-komentar negatif tentang anak dan pusat pendidikan dan tidak pernah mempromosikan pandangan mereka;
– Apakah anak tetap rutin setiap hari pada jadwal dan standar;
– Mendorong persahabatan sekolah yang didirikan

Daftar Pustaka : http://www.guiainfantil.com

Phobia sekolah

June 9, 2010

Fobia sekolah ini mengacu pada penolakan berkepanjangan anak-anak untuk pengalaman pergi ke sekolah untuk beberapa jenis ketakutan. Sebuah ketakutan yang mungkin berhubungan dengan faktor-faktor seperti pendidikan (takut master, prestasi sekolah yang buruk, masalah dengan teman sebaya), negatif kehidupan peristiwa (penyakit yang berkepanjangan, kerusakan keluarga kebersamaan), kecemasan pemisahan dari orang tua (negatif dipisahkan dari ibu), serta agen lainnya.

Tidak selalu anak yang menangis ketika dia harus pergi ke sekolah adalah fobia sekolah, sehingga harus dibedakan dari apa yang disebut penolakan sekolah, ketika ada keputusan sadar dengan anak menolak untuk pergi ke sekolah, yang tidak memiliki lakukan dengan kecemasan menyebabkan fobia sekolah.

Gejala pertama dari fobia sekolah adalah:

Gejala Fisiologis: berkeringat tangan dan tubuh, ketegangan otot tinggi, muntah, diare, perubahan diet dan tidur.

Kognitif gejala: Takut segala sesuatu yang berhubungan dengan berada di sekolah tanpa bisa untuk menentukan. Lo llamativo es que el temor desaparece cuando llega del colegio y reaparece al día siguiente cuando debe partir hacia él. Apa yang mengejutkan adalah bahwa rasa takut hilang selama sekolah dan muncul kembali pada hari berikutnya saat Anda harus meninggalkan untuknya.

Gejala perilaku: perilaku negatif. Jalankan skandal jika ia dipaksa untuk berpakaian, makan sarapan, dll, Scream, menangis dan jika Anda membuat mereka tinggal di kelas adalah perilaku yang sangat mengganggu.

sumber:

http://www.guiainfantil.com

Phobia Sekolah

June 9, 2010

Phobia sekolah, atau takut pada sekolah dipicu oleh rasa ketidaknyamanan pada sekolah, mereka merasa sekolah menjadi aktifitas yang tidak menyenangkan, punya pengalaman buruk misalnya dicemooh, diolok-olok dan lainnya. Penyebab phobia bisa jadi karena ada problem yang dialamai orangtuanya. Misalnya anak sering mendengar dan melihat orangtuanya bertengkat, sehingga timbul tekanan emosi yang mengakibatkan konsentrasi belajar mereka terganggu.

Gejala awal yang muncul, menolak untuk sekolah, menangis, mulai beralasan sakit kepala, sakit perut dan lainya, Pada tingkatan terparah anak yang mengalami phobia sekolah benar-benar sakit bahkan langsung pingsan kalau diminta pergi ke sekolah.

Penanganan

Ibu sebagai orang yang paling dekat dengan anak, bisa membantu anak sembuh dari gangguan Phobia Sekolah ini, caranya :

  1. Temukan penyebab kenapa anak takut ke sekolah., sempatkan waktu berdiskusi pada anak untuk menemukan penyebab ketakutan pada sekolah
  2. Tetap menekankan pentingnya bersekolah , the best theraphy for school phobia is to be in school everyday
  3. Konsultasikan masalah kesehatan anak ini pada dokter atau psikologi jika masalah terjadi berlarut-larut
  4. Bekerjasama dengan guru
  5. Lepaskan anak secara bertahap dan jangan lupa, berikan penghargaan pada anak bila mereka mulai berubah. Penghargaan ini bisa dari kata-kata pujian sampai dengan memberi hadiah-hadiah kecil

sumber:

http://ragamperempuan.blogspot.com/2007/07/phobia-sekolah.html

Gagap Berbicara

June 9, 2010

Gangguan jiwa ini berupa gagap dalam berbicara, ada yang dalam bentuk terputus-putus, tertahan nafas atau berulang-ulang. Apabila tekanan gagap itu terlalu besar, maka kelihatan orang menekan kedua bibirnya dengan diiringi gerakan-gerakan tangan, kaki dan sebagainya.

Biasanya gagap itu mulai pada umur  diantara 2 dan 6 tahun. Gejala ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki, anak kembar dan orang kidal, dan mungkin disebabkan oleh gangguan fisik seperti kurang sempurnanya alat percakapan, gangguan pada pernapasan, amandel dan sebagainya. Akan tetapi, apabila alat-alat itu sehat maka gejala itu timbul akibat pertentangan batin, tekanan perasaan, ketidakmampuan penyesuaian diri. Gejala itu adalah sebagai salah satu akibat dari gangguan jiwa.

Contoh :

Seorang anak perempuan berumur 7 tahun, menderita gangguan berbicara sejak ia mulai masuk sekolah. Makin  lama makin gagap ia berbicara, sedangkan sebelumnya ia berbicara lancar. Dari penelitian itu terbukti , bahwa si anak adalah anak bungsu yang sangat di manja dalam keluarga. Semua perbuatannya di biarkan, tidak pernah di tegur dan kemauannya selalu dituruti.  Waktu akan masuk sekolah ia sangat gembira, tapi setelah merasakan sekolah beberapa hari ia mulai tidak mau pergi ke sekolah. Karena tidak ada guru yang memanjakannya di sekolah. Sekolah tidak seperti di rumah, ada peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhinya, sehingga terasa olehnya bahwa sekolah itu kekangan dan siksaan baginya. Itulah sebabnya maka ia tidak mau pergi ke sekolah.

Atan tetapi, orang tua dan saudara-saudaranya yang dulu selalu menuruti segala kemauannya, sekarang selalu memaksanya supaya pergi ke sekolah, bahkan kadang-kadang memukulnya. Tak lama kemudian mulailah muncul gejala tersebut, ia mulai gagap yang makin lama makin bertambah.

Rupanya si anak sekaligus dihadapkan pada suasana yang berlainan dari yang biasa dihadapinya di rumah, disamping perubahan sikap orang tua dari memanjakan kepada kekerasan. Si anak tidak mampu menyesuaikan dirinya dengan suasana  itu, sehingga ia merasa sangat tertekan. Untuk itulah gejala gagap itu muncul, yang menolongnya dalam menghadapai kesukaran dan pula sebagai cara untuk manarik perhatian.

Ngompol

Banyak orang tua mengeluh karena anaknya yang sudah besar masih ngompol saja. Ngompol adalah salah satu dari gejala gangguan jiwa, ada yang hanya malam hari, ada juga yang siang hari. Seharusnya dalam pertumbuhan anak, makin besar makin makin dapat menguasai dirinya dan mengatur bila dan dimana ia harus buang air. Akan tetapi sering terjadi bahwa anak yang tadinya sudah dapat menahan dan mengaturnya, kemudian berubah atau tidak dapat mengaturnya sampai usia belasan tahun, masih ngompol saja. Biasanya hal ini terjadi, sebagai akibat dari gangguan jiwa, tekanan perasaan, atau ingin diperhatikan. Anak yang dimanjakan dan jadi pusat perhatian ibu bapak, berubah menjadi kurang diperhatikan oleh karena adiknya sudah lahir.

Ketidakpuasan si anak atas perlakuan orang tua yang berubah itu, akan menyebabkan ia gelisah dan merasa tertekan, disamping ingin kembali mendapat perhatian seperti dulu. Maka terjadilah secara tidak sadar. Ia buang air kecil sewaktu tidur. Dan mungkin pula yang menderita itu anak yang kecil, karena merasa bahwa kakak-kakaknya lebih mendapat perhatian.

Contoh :

Seorang anak laki-laki berumur 11 tahun, masih ngompol tiap malam, tidak bisa diobati, tidak bisa di marahi, dipukul, di nasehati dan sebagainya. Semuanya tidak ada yang mempan baginya. Disamping ngompol ia juga malas ke sekolah, tidak mau belajar, dan bodoh. Kelakuannya pun nakal, adik-adiknya selalu diganggunya, disamping keras kepala, tidak mau ditegur dan dinasehati.

Dalam penelitian terbukti bahwa orang tua selalu melebihkan dan memuji kakaknya, yang dikatakan pintar, rajin, baik dan sebagainya. Disamping  itu orang tua sering memukul dan memarahi anak ngompol itu, karena merasa segala macam keburukan menumpuk pada dirinya seperti pemalas, bodoh, nakal dan ngompol. Dengan memukul dan memarahi itu, diharapkan kelakuannnya itu berubah. Akan tetapi ternyata kelakuan dan penyakitnya bertambah.

Setelah melalui perawatan dan meyakinkan orang tuanya untuk merubah tindakan serta sikapnya terhadap anaknya itu. Maka gejala-gejala tersebut hilang ia tidak nakal lagi, rajin belajar, tidak ngompol, bahkan tergolong anak yang pandai di kelasnya. Jadi ngompol dalam hal ini adalah sebagai akibat dari rasa tidak puas, tapi perasaan itu tidak dapat diungkapkannya sehingga jiwanya menjadi tertekan.

sumber:

http://www.refleksiteraphy.com/?m=artikel&page=detail&no=57

Bantuan Yang Diperlukan

June 9, 2010

Seorang anak sebaiknya mulai mendapat bantuan khusus bila:

* orang tua mulai merasa khawatir akan kelancaran berbicara anaknya
* anak terlalu sering mengulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat
* pengulangan suara-suara seperti “aa” semakin sering diucapkannya
* anak tampak kesulitan saat akan berbicara
* gangguan kelancaran berbicaranya semakin berat
* mimik muka anak tampak tegang saat berbicara
* suara anak terdengar tegang saat mengucapkan kata-kata bernada tinggi
* anak sering menghindari keadaan dimana ia harus berbicara

Jika ada tanda-tanda diatas yang tampak saat anak berbicara maka sebaiknya orang tua mulai menghubungi dokter atau ahli terapi bicara. Semakin dini bantuan yang diberikan kepada seorang anak maka semakin baik pula hasil yang akan diperoleh.

Apa Yang Dapat Dilakukan Oleh Orang Tua?

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk menciptakan suatu suasana yang membantu bagi seorang anak:

* Jangan menyuruh anak untuk selalu berbicara dengan tata bahasa yang benar. Biarkan anak untuk berbicara dengan nyaman dan menyenangkan.
* Manfaatkan waktu makan bersama untuk melatih kelancaran berbicara anak. Hindari hal-hal lain yang mungkin mengganggu seperti televisi atau radio.
* Jangan selalu mengkritik anak dengan ucapan seperti “pelan-pelan saja” atau semacamnya. Komentar semacam ini, walaupun diucapkan dengan niat baik, hanya akan membuat anak merasa semakin tertekan.
* Ijinkan anak untuk berhenti berbicara jika ia merasa tidak nyaman.
* Jangan menyuruh anak untuk mengulangi kata-katanya.
* Jangan selalu menyuruh anak untuk berhati-hati dalam berbicara.
* Ciptakan suasana yang tenang di rumah.
* Berbicaralah dengan pelan dan jelas kepada anak.
* Tataplah mata anak bila berbicara dengannya. Jangan melihat kearah lain dan jangan pula menunjukkan kekecewaan anda didepan anak.
* Biarkan anak berbicara dan mengucapkan kalimatnya sampai selesai.
* Yang paling penting adalah: seringlah berlatih! Jadilah contoh yang baik bagi anak dengan selalu berbicara dengan jelas.

sumber:

http://www.susukolostrum.com/tips-kesehatan/gagap-pada-anak-tips-untuk-orang-tua.html

Gagap Pada Anak

June 9, 2010

Gagap Pada Anak

Gagap adalah suatu gangguan kelancaran berbicara. Anak usia 2 sampai 5 tahun sering mengulang-ulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat yang diucapkan kepadanya. Ia kadang-kadang juga mengucapkan ungkapan-ungkapan seperti “ee” atau “mm” saat ia berbicara. Hal ini dianggap normal bila terjadi pada anak yang masih belajar berbicara.

Anak pada golongan usia tersebut masih mempelajari cara berbicara, mengembangkan kendali terhadap otot-otot berbicaranya, mempelajari kata-kata baru, menyusun kata-kata dalam suatu kalimat, dan mempelajari bagaimana cara bertanya serta mempelajari “akibat” dari kata-kata yang mereka ucapkan. Oleh karena itu, anak pada golongan usia tersebut umumnya masih mengalami gangguan kelancaran berbicara.

Apakah Penyebab Gagap?

Banyak orang tua yang merasa bahwa gagap disebabkan oleh cara mendidik anak atau pola pengasuhan orang tua yang salah. Tetapi menurut para ahli, gagap tidak disebabkan oleh perilaku orang tua. Kenyataannya, penyebab gagap sampai saat ini belum dapat dijelaskan secara pasti. Gagap merupakan suatu keadaan yang sangat rumit dan banyak berkaitan dengan hal-hal lain.

Anak laki-laki lebih banyak mengalami gagap dari pada anak perempuan dengan perbandingan tiga banding satu. Hal ini berkaitan dengan faktor-faktor lingkungan, seperti stres.

Tanda-Tanda Awal

Umumnya tanda-tanda awal kegagapan terlihat pada usia dua tahun atau pada saat anak mulai belajar merangkai kata-kata menjadi suatu kalimat. Sering kali orang tua merasa jengkel dengan kegagapan anak, tetapi hal ini merupakan hal yang umum ditemui saat anak masih dalam tahap perkembangan berbicara. Kesabaran merupakan sikap terpenting yang harus dimiliki oleh orang tua selama anak berada dalam tahap ini. Seorang anak mungkin mengalami gangguan kelancaran berbicara selama beberapa minggu atau bulan dengan gejala yang hilang timbul. Sebagian besar anak akan lancar berbicara dan tidak akan gagap lagi bila kegagapannya itu dimulai pada usia kurang dari 5 tahun.

sumber:

http://www.susukolostrum.com/tips-kesehatan/gagap-pada-anak-tips-untuk-orang-tua.html

Gangguan Fonologi

June 9, 2010

Anak-anak yang bicaranya tak jelas atau sukar ditangkap dalam istilah psikologi / psikiatri disebut mengalami gangguan artikulasi atau fonologi. Namun gangguan ini wajar berlaku kerana tergolong gangguan perkembangan. Dengan bertambah umur, diharapkan gangguan ini boleh diatasi.

Kendati begitu, gangguan ini ada yang ringan dan berat. Yang ringan, saat usia 3 tahun si kecil belum bisa menyebut bunyi L, R, atau S. Hingga, kata kereta disebut mobing atau lari dibilang lali. “Biasanya gangguan ini akan hilang dengan bertambah usia anak atau apabila kita melatihnya dengan membiasakan menggunakan bahasa yang baik dan benar,” jelas Drs. Mayke S. Tedjasaputra. Hanya saja, untuk anak yang tergolong “pemberontak” atau negativistiknya kuat, umumnya enggan dikoreksi. Sebaiknya kita tak memaksa meski tetap memberitahu yang betul dengan mengulang kata yang dia ucapkan. Misal, “Ma, yuk, kita lali-lali!”, Akan timpali, “Oh, maksud Adik, lari-lari.”

Yang tergolong berat, anak menghilangkan huruf tertentu atau menggantikan huruf dan suku kata. Misal, kedai jadi toto atau stesen jadi tatun. “Sebutan semacam ini, kan, jadi sulit ditangkap orang lain,” ujar pengajar di Fakulti Psikologi UI dan perunding psikologi di LPT UI ini.

PENYEBAB

Gangguan fonologi boleh kerana faktor usia yang menyebabkan alat bicara atau otot-otot yang digunakan untuk bercakap (speech motor) belum lengkap atau belum berkembang sempurna; daripada susunan gigi geligi, bentuk rahang, hingga lidah yang mungkin masih kaku. Beberapa kes gangguan ini malah berkaitan dengan keterbelakangan mental. Anak yang kecerdasannya tak begitu baik, perkembangan bicaranya umumnya juga akan terganggu. Bila gangguan neurologi yang jadi penyebab, berarti ada fungsi susunan saraf yang mengalami gangguan. Sebab lain, gangguan pendengaran. Bila anak tak dapat mendengar dengan jelas, automatik perkembangan bicaranya terganggu. Tak kalah penting, faktor persekitaran, terutama bila anak tidak / kurang dilatih bercakap secara benar.

TERAPI BICARA

Bila penyebabnya kurang latihan atau stimulasi, akan lebih mudah dan relatif lebih cepat penyembuhannya asal mendapat penanganan yang baik. Namun bila kerana gangguan neurologi, perlu dikonsultasikan ke ahli neurologi. Sementara jika berkaitan dengan keterbelakangan mental, biasanya relatif lebih sukar kerana bergantung tahap keterbelakangan mentalnya. “Kalau masuk kategori terbelakang sedang, sebutan kata-kata anak biasanya juga sukar ditangkap. Akan tetapi dengan pemberian terapi bicara, sebutannya boleh agak jelas, meski ada juga beberapa yang masih sukar dicerna oleh orang yang mendengarkannya,” jelas mayke.

Yang jelas, jika gangguannya masuk dalam taraf sukar, dianjurkan membawa anak berunding. Kriteria sukar: bila sudah mengganggu komunikasi atau kenalan dengan orang lain, bahkan orang serumah pun tak mengerti apa yang dimaksudnya. Bila sudah ber “sekolah”, gangguan ini boleh menjejaskan prestasi. Misal, harus bernyanyi di depan kelas, tapi karena belum fasih membuatnya tak berani tampil. Jikapun berani, sebutannya yang tak jelas akan memancing teman-teman mengejek.

Diperlukan bantuan ahli terapi bicara untuk mengatasinya. Biasanya terapis akan menelaah kembali apakah si kecil mengalami gangguan speech motor. Gangguan speech motor ada yang bisa dilatih seperti halnya meniup lilin. Tak jarang perlu pula bantuan ahli THT untuk membetulkan adanya gangguan pada organ-organ yang berkaitan dengan bicara yang berada di daerah mulut. Mungkin ada anak yang lidahnya tak terbentuk dengan baik, sehingga terlalu pendek dan mempengaruhi kemampuan bicaranya. Cacat bawaan seperti sumbing juga boleh berpengaruh pada cara bicaranya, tapi gangguan ini boleh diatasi dengan operasi dan terapi bicara.

sumber:

http://www.nusantaraku.org

Depresi pada Anak

June 9, 2010

Gangguan Depresi pada Anak

Depresi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, anak-anak dan remaja juga bisa mengalami depresi. Kabar baiknya adalah bahwa depresi merupakan penyakit yang dapat diobati. Depresi didefinisikan sebagai suatu penyakit ketika perasaan depresi tersebut bertahan dan mengganggu aktifitas dan kemampuan anak atau remaja tersebut.

Sekitar 5 persen dari anak-anak dan remaja diyakini pernah mengalami depresi. Anak-anak yang mengalami stress, mengalami kehilangan (orang atau barang atau apapun), anak yang sedang belajar, atau anak yang mengalami gangguan kecemasan berada pada risiko yang lebih tinggi untuk menderita depresi. Depresi juga cenderung untuk terjadi dalam keluarga.

Perilaku anak-anak dan remaja yang mengalami depresi mungkin berbeda dari perilaku orang dewasa yang depresi. Orangtua sebaiknya berhati-hati dan waspada terhadap tanda-tanda depresi yang mungkin terdapat pada anak-anak mereka.

Tanda-tanda depresi pada anak-anak dan remaja, antara lain:

  • Anak terlihat penuh kesedihan, kadang-kadang atau selalu menangis
  • Penurunan minat dalam berbagai kegiatan, atau ketidakmampuan untuk menikmati kegiatan favorit sebelumnya
  • Putus asa
  • Bosan, lesu, lemah, kehilangan semangat
  • Mengabaikan penampilan pribadi
  • Menutup diri dari pergaulan
  • Perasaan harga diri rendah dan rasa bersalah
  • Reaksi berlebihan terhadap kegagalan atau penolakan
  • Tidak menunjukkan reaksi terhadap pujian atau hadiah
  • Mudah marah, tersinggung
  • Kesulitan dalam berinteraksi
  • Sering mengeluhkan penyakit fisik seperti sakit kepala dan sakit perut
  • Sering absen dari sekolah atau prestasinya menurun di sekolah
  • Kurang konsentrasi dalam melakukan aktifitas
  • Gangguan atau ada perubahan besar dalam pola makan dan/atau pola tidur
  • Ada keinginan untuk lari dari rumah
  • Ada pikiran atau ungkapan untuk melakukan bunuh diri atau perilaku yang merusak diri sendiri
  • Ada perubahan kepribadian
  • Dan banyak lagi lainnya (orang tua pasti bisa melihat dan merasakan perbedaan pada tingkah laku anaknya dari biasanya)

Seorang anak yang dulu sering bermain dengan teman-temannya mungkin sekarang menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian saja dan sering tanpa aktifitas apapun. Aktifitas yang biasanya menyenangkan sekarang hanya membawa sedikit kegembiraan untuk anak yang mengalami depresi. Anak-anak dan remaja yang mengalami depresi mungkin mengatakan mereka ingin mati atau mungkin berbicara tentang bunuh diri. Depresi juga dapat menyebabkan si anak atau remaja mengkonsumsi minuman keras atau narkoba yang dianggapnya sebagai cara yang bisa mengatasi depresinya.

Anak-anak dan remaja yang sering bermasalah di rumah atau di sekolah juga mungkin menderita depresi. Karena anak mungkin tidak selalu tampak sedih, orang tua dan guru mungkin tidak menyadari bahwa perilaku mengganggu dari anak itu adalah tanda dari depresi. Ketika ditanya langsung, anak-anak ini kadang-kadang dapat menyatakan mereka tidak bahagia atau sedih.

Diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk anak-anak yang mengalami depresi. Depresi adalah penyakit nyata yang memerlukan bantuan profesional. Perawatan komprehensif sering kali diperlukan, meliputi terapi pada si penderita maupun terhadap keluarganya. Pengobatan biasanya menggunakan obat antidepresan.

sumber:

http://www.smallcrab.com/anak-anak/669-tanda-tanda-depresi-pada-anak

Reseptif-ekspresif

June 9, 2010

(DSM-IV-TR), yang merupakan standar referensi berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, menetapkan empat kriteria untuk mendiagnosis-ekspresif gangguan reseptif bahasa campuran. Kriteria pertama menyatakan bahwa anak berkomunikasi menggunakan pidato dan tampaknya memahami bahasa lisan pada tingkat yang lebih rendah dari yang diharapkan untuk itu umum tingkat kecerdasan anak. Kedua, anak masalah dengan ekspresi-diri dan pemahaman harus membuat kesulitan baginya dalam kehidupan sehari-hari atau dalam mencapai tujuan akademis atau nya-nya. Jika anak memahami apa yang sedang dibicarakan pada tingkat yang normal atau wanita usia atau tahap pengembangan, maka diagnosis akan gangguan bahasa ekspresif. Jika anak cacat mental, tuli, atau memiliki masalah fisik lainnya, kesulitan dengan pidato harus lebih besar dari umumnya terjadi dengan anak cacat lainnya mungkin agar anak dapat didiagnosis dengan penyakit ini.

Gangguan ini biasanya didiagnosis pada anak-anak karena orang tua atau guru mengungkapkan keprihatinan tentang masalah anak dengan komunikasi lisan. anak dokter mungkin memberikan anak pemeriksaan fisik untuk menyingkirkan masalah-masalah medis seperti kehilangan pendengaran, pengujian khusus untuk gangguan bahasa reseptif-ekspresif dicampur mengharuskan pemeriksa untuk menunjukkan bahwa anak tersebut tidak hanya berkomunikasi kurang baik dari yang diharapkan, tetapi juga mengerti pidato kurang baik. Hal ini dapat sulit, tetapi, untuk menentukan apa yang anak mengerti. Akibatnya, sebagian besar pemeriksa akan menggunakan tes non-verbal selain untuk tes yang membutuhkan pertanyaan dan jawaban yang diucapkan untuk menilai kondisi anak seakurat mungkin. Pada anak-anak yang agak cacat pendengaran, masalah sering bisa diperbaiki dengan menggunakan alat bantu dengar. Anak-anak yang berbicara bahasa lain selain Bahasa Inggris (atau bahasa yang dominan dari masyarakat mereka) di rumah harus diuji dalam bahasa jika memungkinkan. Dalam beberapa kasus, anak kemampuan untuk memahami dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris adalah masalah, tidak atau kompetensi-nya dengan bahasa lisan secara umum.

sumber:

http://www.minddisorders.com

diagnostik gangguan bahasa reseptif/ekspresif campuran

June 9, 2010
  • sulit untuk mengerti kata, kalimat, dan istilah ruang,
  • terganggu dalam akademik, pekerjaan dan komunikasi sosial,
  • tidak memenuhi kriteria untuk gangguan perkembangan pervasif,
  • jika terdapat MR, defisit motor bicara atau sensorik, kesulitan dalam pemusatan lingkungan, kesulitan bahasa yang akut.

Daftar Pustaka :

Kaplan, Harold I., Sadock, Benjamin J, Grebb, Jack A. (2002). Sinopsis psikiatri ilmu pengetahuan psiatri klinis. Jakarta : Binarupa Aksara.