DIAGNOSIS BANDING ASPERGER

DIAGNOSIS BANDING

1. Autisme infantil

Gangguan Asperger berbeda dengan autisme infantil dalam onset usia onset autisme infantil lebih awal(2,41), juga berbeda dalam keparahan penyakit yaitu autisme infantil lebih parah dibandingkan gangguan Asperger(2,42). Pasien autisme infantil menunjukkan penundaan dan penyimpangan kemahiran berbahasa serta adanya gangguan kognitif(2,17).Oral vocabulary test menunjukkan keadaan yang lebih baik pada gangguan Asperger. Defisit sosial dan komunikasi lebih berat pada autisme(17). Selain itu ditemukan adanya manerisme motorik sedangkan pada gangguan Asperger yang menonjol adalah perhatian terbatas dan motorik yang canggung, serta gagal mengerti isyarat nonverbal. Lebih sulit membedakan gangguan Asperger dengan autisme infantil tanpa retardasi mental. Gangguan Asperger biasanya memperlihatkan gambaran IQ yang lebih baik daripada autisme infantil(2), kecuali autisme infantil high functioning(41). Batas antara gangguan Asperger dan high functioning autism untuk gangguan ber-bahasa dan gangguan belajar sangat kabur(8). Gangguan Asperger mempunyai verbal intelligence yang normal sedangkan autisme infantil mempunyai verbal intelligence yang kurang(2). Gangguan Asperger mempunyai empati yang lebih baik dibandingkan dengan autisme infantil, sekalipun keduanya mengalami kesulitan berempati(2,11).

2. Gangguan perkembangan pervasif yang tidak ditentukan

Gangguan Asperger lebih berat dalam disfungsi sosial(1,10).

3. Gangguan kepribadian skizoid

Gangguan kepribadian skizoid tidak memperlihatkan keparahan dalam gangguan sosial, juga tidak ada kelainan pada pola perkembangan awal seperti yang tampak pada gangguan Asperger(1,43). Gillberg memberi gambaran anak dengan gangguan Asperger memenuhi kriteria gangguan kepribadian skizoid untuk orang dewasa(44)Wolf dan Cull (1986) mengata-kan bahwa gangguan Asperger merupakan varian dari gangguan kepribadian skizoid(45) dan identik dengan gangguan kepribadian skizoid pada orang dewasa(14).Sementara Tantam (1988,1991) mengatakan bahwa jelas berbeda antara gangguan Asperger dan gangguan kepribadian skizoid(46).

4. Skizofrenia

Gangguan Asperger didiagnosis banding dengan skizofrenia onset masa kanak-kanak(8). Kombinasi dari bicara bertele-tele, bicara sendiri, pola pembicaraan inkoheren, gagal mengganti topik pembicaraan dan gagal memberi latar belakang suatu cerita, menyebabkan kekeliruan mendiagnosis Skizofrenia. Gangguan Asperger lebih menunjukkan disfungsi komunikasi daripada gangguan proses pikir(1,10). Ekspresi wajah yang abnormal terdapat pada kedua gangguan ini(18).

5. Gangguan Kepribadian Obsesi Kompulsi.

Beberapa gejala gangguan Asperger bertumpang tindih dengan gangguan kepribadian obsesi kompulsi seperti fungsi sosial yang terbatas. Keadaan ini menyebabkan gangguan Asperger didiagnosis banding dengan gangguan Kepribadian Obsesi Kompulsi(8,9).

SUMBER:

Theresia Kaunang. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_149_DiagnosadanPenatalaksanaangangguanasperger.pdf/10_149_DiagnosadanPenatalaksanaangangguanasperger.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: