Pendidikan Terbaik untuk Anak Asperger

Anak Asperger sering dikaitkan dengan autistic. Tapi anak autis memiliki gangguan interaksi sosial dan komunikasi, juga perilaku dan minat yang sempit. Sedangkan anak asperger sering diebut high fuction autis. Mereka memiliki ciri-ciri autis tapi IQnya tinggi hingga bisa masuk ke sekolah umum. Masalah utamanya adalah kesulitan mereka dalam interaksi sosial, diantara teman-temannya sering dianggap aneh.

Asperger sering tidak disadari oleh orangtuanya hingga anak masuk usia Sekolah Dasar, saat anak harus interaksi dengan temannya. Mereka tidak memiliki masalah bicara seperti anak autis, namun mereka biasa menggunakan bahasa yang kaku atau formal, bukan bahasa sehari-hari. Dari kecil biasanya mereka punya minat yang sangat dalam pada ensiklopedia, kartun jepang, dan sebagainya. Sesudah masuk SD baru dicap aneh karena hanya bisa ngobrol tentang minatnya saja. Aturan sosial sangat pintar, tapi kemampuan sosialnya rendah. Biasanya suka menarik diri, lebih suka sendiri, lebih suka belajar. Dia sebenarnya ingin sekali berteman, tapi karena dia aneh, jadi sering diganggu teman, disuruh apa saja nurut saja.

Pada dasarnya kemampuan yang paling terbatasnya pada anak asperger adalah pada segi sosialisasi. Dia susah membaca situasi sosial. Tidak punya insting sosial, kecerdasan emosinya kurang, empatinya kurang, cara berpikirnya berbeda, emosinya meledak-ledak, dan tingkah lakunya tidak sesuai lingkungan. Sebenarnya karena dia pintar, banyak temannya, tapi biasanya temannya hanya meminta bantuan untuk tanya PR, atau mengerjakan tugas-tugas sekolah

Saat kelihatan dia sulit sosialisasi, orangtua bisa mulai menerangkan tentang aturan-aturan sosial yang sepantasnya, saat sedang berlangsung, misalnya ia menghadiri acara ulangtahun temannya, ia bisa dijelaskan untuk memberi selamat, menyerahkan kado yang dibawanya, dan seterusnya. Selain itu mereka juga bisa diberikan buku social stories, berisi cerpen-cerpen situasi sosial. Bila dibohongi teman tidak langsung berubah karena kurang mengerti.

Untuk membantu anak asperger di sekolah, nomor satu saat anak asperger pada satu sesi dia tidak masuk, guru harus memberi penjelasan pada teman-temannya mengenai kondisi aspergernya. Tugas guru untuk mendorong teman-teman agar dia bisa diterima. Kedua, orangtua bisa menghubungi guru, sehingga guru bisa membantu orangtua mengadaptasi anaknya di sekolah.

Anak asperger dalam akademik tidak bermasalah, orangtua bisa membantu mereka untuk membuat PR. Bila anak suka, ia akan belajar dengan sendirinya, bila tidak suka pelajarannya atau tidak suka gurunya, orangtua harus bisa memberi pengertian pada anak.

sumber:

-Dr. Adriana S Ginanjar, M.Psi, Psikolog. http://www.apsi-himpsi.org/Artikel/Pendidikan-Terbaik-Ubtuk-Anak-Asperger.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: