PROGNOSIS DAN PERJALANAN PENYAKIT ASPERGER

Perbedaan klinik antara gangguan autisme dan gangguan Asperger mempunyai nilai prognosis(21). Gangguan Asperger mempunyai prognosis yang lebih baik(12,22,29). Terdapat perbedaan rentang keparahan dari gangguan Asperger, sehingga beberapa kasus tidak terdiagnosis karena penderitanya hanya tampak aneh dan eksentrik(14). Perempuan mempunyai prog-nosis yang lebih baik(47). Perjalanan penyakit dan akibatnya sangat bervariasi(1)karena IQ dan ketrampilan berbahasanya relatif baik(41).Beberapa anak dapat mengikuti pendidikan secara teratur dengan mendapat dukungan sedangkan yang lain membutuhkan pendidikan khusus. Keadaan ini disebabkan karena gangguan dalam perilaku dan interaksi sosial, bukan karena defisit akademik(1). Prediksi masa depan anak Asperger positif. Beberapa pasien menggunakan talenta khususnya untuk memperoleh pekerjaan yang dapat menunjang kehidupannya sendiri(1). Perilaku buruk seringkali didasari ketidakmampuan meng-komunikasikan frustrasi dan kecemasan(14). Pada saat remaja, mereka tidak menyadari kalau berbeda dengan yang lain dan sering disingkirkan dalam hubungan interpersonal. Pada saat dewasa mereka beradaptasi sangat superfisial, egosentris dan terisolasi(3). Gangguan bipolar dan gangguan cemas dapat menjadi komorbiditas untuk gangguan Asperger(5,11,48). Frustrasi kronis akibat kegagalan berulang apabila berbicara dengan orang lain dan saat menjalin persahabatan menye- babkan penderita dengan gangguan Asperger dapat menderita juga gangguan mood(1). Beberapa penderita dapat mempunyai gambaran katatonik(8) gangguan obsesi kompulsi(3,5,49)ide bunuh diri, temper dan gangguan menentang(49). Penderita gangguan Asperger mengalami penurunan berat badan dan gangguan makan(50). Pada beberapa populasi penelitian ditemukan adanya komorbiditas gangguan ini dengan gangguan tik(2,5,40)dan sindrom Tourette(3,8,22) Volkmar & Klin,1997 mengatakan adanya komorbiditas antara gangguan Asperger dengan Attention Deficit Hiperactivity Disorder(3). Menurut Tantam (1980), penderita Asperger memperlihatkan perilaku antisosial pada saat dewasa(45).Gangguan Asperger akan berkembang pada kecenderungan paranoid(22). Mawson dan kawan-kawan (1985), menunjukkan adanya hubungan antara gangguan Asperger dengan perilaku kekerasan dan agresif serta membakar rumah(15).Beberapa gangguan medis spesifik yang dapat bersamaan dengan gangguan Asper-ger yaitu tuberous sclerosis,(17,26,39)Marfan-like syndrome, Kleine-Levin syndrome, fragile X syndrome dan sindrom kromosom lain termasuk translokasi kromosom 17-19(8).

SUMBER:

Theresia Kaunang. http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/10_149_DiagnosadanPenatalaksanaangangguanasperger.pdf/10_149_DiagnosadanPenatalaksanaangangguanasperger.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: